SERBA-SERBI

 

Apa yang perlu kita ketahui tentang aids

Informasi umum penggunaan obat bebas

Kanker payudara

Kalium menggeser kalsium

Sekilas pandang tentang bedah plastik

Siklus parasit malaria

Ibnu sina (avicenna)

Insomnia dan rahasia tidur nyaman

Penyalahgunaan obat dan jenis-jenisnya

timbil

manipulasi genetika di belanda

bisul

Informasi dasar anthrax

bau badan

Jerawat

 

 

(HR Muslim & Turmuzi) Bermula Islam itu asing dan kelak akan kembali asing seperti semula maka berbahagialah orang-orang yang asing yaitu orang yang asing yaitu orang yang melestarikan sunnahku yang sudah dirusak oleh manusia

IBNU SINA, Tokoh Intelektual yang Jenius dan Unik

 

Nuh Ibn Mansur dari Bukhara terbaring dalam keadaan kritis di peraduannya, dan para tabib istana telah menyatakan tak sanggup berbuat apa-apa. Sebagai konsekuensinya, seorang pemuda berusia 17 tahun dihadapkan ke kamar raja yang sedang kritis tersebut. Pemuda itu adalah Ibnu Sina, yang akhirnya dipercaya untuk menyembuhkan sakit raja yang sudah kronis itu. Pemuda yang hebat itu telah berhasil menyembuhkan penyakit raja yang sekarat dan menimbulkan takjub seluruh orang yang hadir di sekitar peraduan raja. Sebagai imbalannya, ia mendapatkan hak istimewa menggunakan perpustakaan kerajaan yang dianggapnya sebagai anugerah terbesar untuk pekerjaannya yang besar itu.

Ibnu Sina, raksasa intelektual terbesar dari abad petengahan, dan salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, adalah seorang jenius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Ia seorang pembuat ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat, Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi.
Abu Ali Husain ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali Sina adalah nama lengkapnya. Ia termasuk 'Pangeran Para Guru' yang dilahirkan pada tahun 980 M. / 370 H. di Afshinah, sebuah desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara (Turkistan). Ayahnya, Abdullah, adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensianya yang cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia telah hafal al-Qur'an pada usia 10 tahun.

Diasuh oleh keluarga Ismailiyyah, ia sangat terpengaruh pada ajaran Proselitisme (kegiatan menyebarkan ajaran) Ismailiyyah, dan mengembangkan cita-citanya untuk mendalami filsafat yang memungkinkan dia mempelajari alam pikiran Yunani, Islam, dan berbagai materi filsafat lainnya.

Didorong oleh kemampuannya yang dengan cepat menyerap berbagai cabang ilmu pengetahuan, pada usianya ke-21 ia telah menguasai berbagai macam materi intelektual dari perpustakaan Kerajaan.
Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena gangguan politik dan tiba di kota Gorgan, yang tekenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja Khawarizm, pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Kemasyhurannya menyebar lebih cepat daripada langkah kakinya.
Di Gorgan ia membuka praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis buku. Dia adalah seorang manusia karier, dan kehidupannya merupakan perjuangan yang bisa diteladani masyarakat awam. Ia hidup pada periode dimana dunia muslim sedang mengalami perubahan pesat.

Sumbangannya di bidang kedokteran dan filsafat adalah yang terbesar. Dia menulis paling tidak delapan risalat ilmu kedokteran secara lengkap, yang pada akhirnya menempati kedudukan terkemuka dalam sejarah ilmu kedokteran Abad Pertengahan hingga sekarang. Salah satu dari risalat tersebut membicarakan tentang penyakit usus, yang merupakan spesialisasinya. Al Qanun fi ath-Thib merupakan karya puncaknya dipakai sebagai panduan ilmu kedokteran

Phillip K. Hitti menulis, "Canon dengan segala isinya yang ensiklopedis, susunannya yang sistematis, dan perencanannya yang filosofis, segera menempati posisi terkemuka leiteratur kedokteran pada masanya, menggantikan karya-karya Galen, al-Razi, dan al-Majusi, dan menjadi buku teks pendidikan kedokteran di sekolah-sekolah Eropa. Dari Abad ke-12 sampai abad ke-17, karya ini dipakai sebagai panduan utama ilmu kedokteran di Barat dan masih sering dipakai di dunia Timur yang Muslim."

Dalam bidang Filsafat, Avicenna dikenal oleh banyak kalangan sebagai Filosof Rasionalis Islam terbesar yang mencoba menjelaskan dogma agama dalam cahaya akal, dan mengundang kritik yang tajam dari Imam Al Ghazali. Seperti para pendahulunya, ia mencoba menyelaraskan bentuk abstrak filsafat dengan Iman Islam. Karya filsafatnya yang terkemuka adalah Kitab as-Syifa an-Najar(penyelamatan) dan Isyarat (perintah-perintah). Karya filsafatnya mencerminkan konflik antara Materialisme dan Idealisme. Ia memaparkan doktrin Farabi, dan mengikuti ajaran itu dalam logika dan epistemologi. Sikap rasionalistis dan materialistisnya cukup alami dan dibentuk oleh kecenderungan waktu yang pada akhirnya mendapakan kritik pedas dari Imam Al Ghazali.

Filosofinya adalah mata rantai penting antara filosofi Farabi dan Ghazali di satu sisi, dan Ibn Rusyd (Averroes) di lain sisi.

Sebagai seorang meterialis, Avicenna merupakan seorang tokoh yang terbesar Abad Pertengahan. Dia melakukan klasifikasi ilmu bedasarkan materialisme. Berbeda degan apa yang dilakukan Aristoteles. Ia mengakui kenyataan adanya "dunia luar", dan menemukan hubungan antara waktu dan gerak. Menurutnya, waktu hanya bisa dipahami apabila dihubungkan dengan gerak. Tidak ada gerak bila tidak ada waktu. Dia menyangkal teori Aristoteles yang mengatakan bahwa sumber gerak adalah kekuatan yang tidak terlihat, yaitu Tuhan. Bagi Ibnu Sina, hukum alam sudah diciptakan untuk mengatur dirinya sendiri. Pandangan Avicenna ini jauh lebih maju dan ilmiah dibanding pendapat Aristoteles.

'Orang Besar' ini telah banyak bepergian dan menghabiskan hari-hari terakhirnya di Hamadan. Ia menderita sakit perut, dan mencoba mengatasi sakitnya itu dengan cara yang berlebihan sehingga menimbulkan komplikasi pada usunya. Ia terbaring lunglai dan sadar bahwa akhir hayatnya sudah dekat. Ia membersihkan dirinya, bertobat, dan membaca Kitab Suci al-Qur'an, sampai ajalnya tiba. Wafatlah sudah pemikir besar Abad Pertengahan itu dalam usia 57 tahun, pada tahun 1037 M., ada pendapat lain yang mengatakan beliau meninggal pada usia 58 tahun.

 

 

 

 

 

 

HOME | PALPASI DONG.. | ANATOMI FK 03 | INHAL | SUNTIK | KAGAPER