SERBA-SERBI

 

Apa yang perlu kita ketahui tentang aids

Informasi umum penggunaan obat bebas

Kanker payudara

Kalium menggeser kalsium

Sekilas pandang tentang bedah plastik

Siklus parasit malaria

Ibnu sina (avicenna)

Insomnia dan rahasia tidur nyaman

Penyalahgunaan obat dan jenis-jenisnya

timbil

manipulasi genetika di belanda

bisul

Informasi dasar anthrax

bau badan

Jerawat

 

 

(Al Isra 32) Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk

KALIUM MENGGESER KALSIUM

  Belakangan ini efektivitas kalsium (Ca) sebagai pelindung osteoporosis mulai diragukan. Dalam sebuah buku tentang biokimia kedokteran karangan H. Harper dikatakan, ternyata pemasukan Ca 1.500 per hari tak terbukti melindungi seseorang dari osteoporosis. Sebaliknya, masukan Ca yang biasa-biasa saja (kurang dari 300 mg per hari) juga tak menjamin mengeroposnya tulang.

Belakangan, teori yang disebut asidosis metabolik kronis mendapat posisi yang semakin terpandang. Dikatakan, hasil metabolisme yang bersifat asam yang tertimbun secara menahun, khususnya yang terkait dengan perombakan protein makanan dalam tubuh, sebagai faktor dominan penyebab pengeroposan tulang.

Para peneliti medis dari berbagai negara (khususnya AS dan Israel) kemudian melakukan uji klinis yang dibuktikan pada sejumlah sukarelawan sehat maupun penderita osteoporosis. Mereka mengamati efek beberapa zat yang dapat menetralkan asam endogen terhadap laju erosi mineral dan substansi tulang.

Dari zat-zat penetral asam yang diteliti sejauh ini, hanya CHK03 (kalium bikarbonat) yang menjadi kandidat paling kuat untuk mendominasi terapi kekeroposan tulang ini.

Tim peneliti dari RS Moffin-Long, Universitas Kalifornia di San Francisco, AS, pimpinan dr. Cebastian telah mencoba pemberian suplementasi 6 - 12 g CHK03 kepada 18 wanita pasca-menopause yang dalam diet sehari-harinya mengandung Ca berkecukupan (652 mg Ca per 60 kg berat badan). Suplemen diberikan selama 18 hari.

Sebelum diberikan suplemen ini telah diteliti meskipun masukan Ca pada sejumlah wanita ini cukup tinggi, namun pengeluaran dalam urine pun lebih tinggi daripada yang dimakan. Artinya, pengeroposan tulang akan terus berlangsung. Setelah diberi CHK03, ekskresi mineral Ca dan fosfor dalam urine turun mencolok (P < 0,0005), ekskresi hasil rombakan tulang (hidrosiprolin) juga turun secara berarti.

Di sisi lain, kadar hormon pemacu pembentukan tulang (osteokalsin) meningkat tajam (P < 0,0001). Berarti, CHK03 tidak hanya menghambat pengeroposan tulang, tapi juga memacu pembentukan tulang kembali. Setelah suplementasi dihentikan, ternyata kembali ke kondisi awal.

Hal serupa sebelumnya juga telah dilaporkan oleh peneliti lain pada pria dewasa (Iemann Jr. dkk.) dan pasien osteoporosis akibat immobilisasi (Parzel US dkk.). Pendapat berhati-hati tapi positif juga berdatangan dari para pakar kesehatan termasuk J. Melton dari Klinik Mayo.

(dr. Willie Japaries, peneliti pada Badan Riset Medis, Jakarta)

 

 

 

 

 

 

HOME | PALPASI DONG.. | ANATOMI FK 03 | INHAL | SUNTIK | KAGAPER