SERBA-SERBI

 

Apa yang perlu kita ketahui tentang aids

Informasi umum penggunaan obat bebas

Kanker payudara

Kalium menggeser kalsium

Sekilas pandang tentang bedah plastik

Siklus parasit malaria

Ibnu sina (avicenna)

Insomnia dan rahasia tidur nyaman

Penyalahgunaan obat dan jenis-jenisnya

timbil

manipulasi genetika di belanda

bisul

Informasi dasar anthrax

bau badan

Jerawat

 

 

(Al Isra 32) Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk

APA YANG PERLU KITA KETAHUI TENTANG AIDS

 

 

Semburat merah mulai menghiasi langit senja di ufuk barat. Lampu-lampu pinggir jalan telah dinyalakan, menerangi jalanan yang mulai temaram. Sebuah bayangan gelap terlihat di sebuah lokasi pemakaman. Ati masih berlutut di sana. Terpaku memandang gundukan tanah merah di hadapannya. Di situ jasad suaminya terbaring sejak seminggu yang lalu.
Seminggu yang lalu, suami Ati meninggal di rumah sakit. Jasadnya tidak dibawa pulang dahulu, namun langsung dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Tak lebih dari sepuluh orang yang mengantar. Sanak saudara pun tidak ada yang datang. Seminggu yang lalu....


Belum kering air mata Ati, tadi siang ia harus menerima kenyataan bahwa berdasarkan hasil tes laboratorium ia mengidap suatu penyakit yang sampai sekarang masih menjadi momok, AIDS. Penyakit yang kemudian merengut nyawa suaminya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan mengalami hal ini. Dielusnya perutnya yang membuncit. Anak pertamanya tengah menunggu hari untuk melihat dunia ini. Terbersit kekhawatiran di hati Ati, apakah anaknya juga akan mengalami nasib seperti dirinya.
Sepuluh tahun yang lalu, pengalaman seorang Ati, masih sangat langka di negeri ini. Namun sekarang, Ati tidaklah seorang diri. Sampai dengan 30 November 2000, tercatat 1113 orang mengidap infeksi HIV dan telah 446 orang yang telah manifes sebagai AIDS. Jumlah ini bertambah 45 % dari tahun sebelumnya.

Apakah AIDS itu ?
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Acquired artinya didapat, jadi bukan merupakan penyakit keturunan, immuno berarti sistem kekebalan tubuh, deficiency artinya kekurangan, sedangkan syndrome adalah kumpulan gejala.
AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Padahal, penyakit-penyakit tersebut misalnya berbagai virus, cacing, jamur protozoa, dan basil tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal. Selain penyakit infeksi, penderita AIDS juga mudah terkena kanker. Dengan demikian, gejala AIDS amat bervariasi.


Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus HIV (Human Immuno-deficiency Virus). Dewasa ini dikenal juga dua tipe HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2. Sebagian besar infeksi disebabkan HIV-1, sedangkan infeksi oleh HIV-2 didapatkan di Afrika Barat. Infeksi HIV-1 memberi gambaran klinis yang hampir sama. Hanya infeksi HIV-1 lebih mudah ditularkan dan masa sejak mulai infeksi (masuknya virus ke tubuh) sampai timbulnya penyakit lebih pendek.

Perjalanan Penyakit

Setelah terinfeksi HIV, 50-70% penderita akan mengalami gejala yang disebut sindrom HIV akut. Gejala ini serupa dengan gejala infeksi virus pada umumnya yaitu berupa demam, sakit kepala, sakit tenggorok, mialgia (pegal-pegal di badan), pembesaran kelenjar dan rasa lemah. Pada sebagian orang, infeksi dapat berat disertai kesadaran menurun. Sindrom ini biasanya akan menghilang dalam beberapa mingggu. Dalam waktu 3 – 6 bulan kemudian, tes serologi baru akan positif, karena telah terbentuk antibodi. Masa 3 – 6 bulan ini disebut window periode, di mana penderita dapat menularkan namun secara laboratorium hasil tes HIV-nya masih negatif.
Setelah melalui infeksi primer, penderita akan masuk ke dalam masa tanpa gejala. Pada masa ini virus terus berkembang biak secara progresif di kelenjar limfe. Masa ini berlangsung cukup panjang, yaitu 5 10 tahun. Setelah masa ini pasien akan masuk ke fase full blown AIDS.

Gejala Penyakit AIDS

Gejala penyakit AIDS sangat bervariasi. Berikut ini gejala yang ditemui pada penderita yang dirawat atau pun yang berobat jalan di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo.

 

Gejala

Jumlah

Prosentase (%)

Panas lebih dari 1 bulan

44

100

Batuk-batuk

40

90

Sariawan dan nyeri menelan

37

84,4

Badan menjadi kurus sekali

36

81,1

Diare

33

75

Sesak napas

20

45,4

Pembesaran kelenjar getah bening

14

31,8

Kesadaran menurun

9

20,4

Penurunan ketajaman penglihatan

7

15,9

Bercak ungu kehitaman di kulit

5

11,4



Gejala penyakit AIDS tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati, karena dapat merupakan gejala penyakit lain yang banyak terdapat di Indonesia, misalnya gejala panas dapat disebabkan penyakit tipus atau tuberkulosis paru. Bila terdapat beberapa gejala bersama-sama pada seseorang dan ia mempunyai perilaku atau riwayat perilaku yang mudah tertular AIDS, maka dianjurkan ia tes darah HIV.
 

Penyakit yang Sering Menyerang Perilaku AIDS

Dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh, penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit infeksi maupun kanker. Bahkan penyakit-penyakit inilah yang sering menjadi penyebab kematian penderita. Infeksi yang timbul karena melemahnya kekebalan tubuh ini disebut infeksi oportunistik. Sebagian besar penyakit infeksi yang timbul merupakan reaktivasi (pengaktifan kembali) kuman yang sudah ada pada penderita, jadi bukan merupakan infeksi baru. Sementara itu, untuk infeksi parasit/jamur tergantung prevalensi parasit/jamur di daerah tersebut.
Berikut penyakit yang ditemukan pada penderita yang dirawat atau pun berobat jalan di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo.

 

Penyakit

Jumlah

Prosentasi (%)

Kandidiasis oral dan esofagus

37

84,1

Tuberkulosis paru/ekstrapulmoner

19

43,2

Infeksi virus sitomegalo

15

34,1

Pneumonia rekurens

14

31,8

Ensefalitis toksoplasma

8

18,2

Pneumonia P. Carinii

6

13,6

Infeksi virus herpes simpleks

4

9,1


Pengobatan

Walau belum ada obat penyembuh AIDS, namun telah ditemukan beberapa obat yang dapat menghambat infeksi HIV dan beberapa obat yang secara efektif dapat mengatasi infeksi. Jadi sebagian besar masalah klinik dapat diobati, kualitas hidup dapat diperbaiki dan harapan hidup dapat ditingkatkan.
Pada umumnya pengobatan penderita AIDS dapat dibagi menjadi 3 yaitu pengobatan terhadap HIV, pengobatan terhadap infeksi oportunistik, dan pengobatan pendukung seperti nutrisi, olahraga, tidur, psikososial, dan agama.

Penularan Penyakit AIDS

Biaya pengobatan penyakit ini amat mahal, padahal hasilnya pun masih belum memuaskan, karena itu akan lebih baik mencegah timbulnya penyakit ini bila dibandingkan mengobati. Untuk melakukan upaya pencegahan perlu diketahui bagaimana cara penularan penyakit ini.
Pada prinsipnya penularan penyakit ini dapat melalui hubungan seksual, parenteral, dan perinatal. Kendati efektifitas penularan seksual sangat kecil dibandingkan jalur penularan lain, yaitu berkisar 0,1 – 1 %, tetapi karena frekuensi kejadiannya sangat besar maka prosentase penularan HIV secara seksual akhirnya menjadi sangat besar.
Berikut cara penularan pada 446 kasus AIDS di Indonesia (data sampai 30 November 2000).

 

Cara Penularan

Jumlah

Prosentase (%)

Hubungan seksual

325

82,87

Pengguna narkotika suntik

78

17,49

Perinatal

6

1,34

Tranfusi darah

4

0,01



Bagaimana Mencegah Penularan Seksual?

Kenyataan di atas menunjukkan bahwa mendidik masyarakat agar berperilaku secara bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi khususnya dalam masalah seks merupakan pencegahan penularan yang paling efektif.

Untuk mencegah penularan seksual sebaiknya hindari hubungan seksual di luar pernikahan dengan siapa saja dan hindari hubungan homoseksual. Hindari hubungan seksual dengan tuna susila (wanita maupun lelaki) meskipun di daerah yang dikatakan bebas AIDS. Kita tidak dapat mengetahui apakah seseorang mengidap AIDS dari penampilannya saja. Orang yang terinfeksi virus AIDS seringkali merasa sehat dan dari luar tampak sehat.

Minuman alkohol seringkali menyebabkan seseorang kurang dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, menyebabkan seseorang tidak dapat berpikir jerinih bahwa hubungan di luar nikah melanggar aturan agama dan lebih mudah menularkan AIDS dan berbagai penyakit hubungan seksual lain. Untuk alasan yang sama, hindari nonton film porno.
Bila tidak bisa menghindari hubungan seks di luar pernikahan, gunakan kondom. Penggunaan kondom ini paling tidak dapat mengurangi kemungkinan penularan penyakit ini.

Bagaimana Mencegah Penularan Melalui Jarum Suntik?

Hindari suntikan obat apa pun, kecuali bila amat perlu. Bila memang harus disuntik, pakailah jarum suntik sekali pakai atau jarum suntik yang telah disterilkan dengan baik dan benar. Untuk pecandu narkotika, jangan sekali-kali memakai jarum suntik bekas orang lain.

Penutup

Mencegah lebih baik daripada mengobati, merupakan kata bijak yang sampai sekarang masih relevan. Demikian juga dengan masalah penyakit AIDS ini. Apalagi mengingat jumlah penderita penyakit ini meningkat pesat, maka hendaknya semua pihak mulai menaruh perhatian dalam upaya pencegahan penyakit ini agar dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga jumlah penderita tidak terus menerus membengkak.
Kemarin mungkin kita masih bisa mengatakan mereka yang terkena penyakit ini, hari ini mungkin kita telah mengatakan Si A, tetangga kita telah terkena penyakit ini, besok mungkin kita terpaksa mengatakan bahwa Si B, saudara kita telah terkenapenyakit ini, dan bisa jadi besok lusa bahwa saya telah terkena…. Semoga tidak terlambat.

Ditulis oleh: Dr. Edi Patmini SS
Desember, 2000.

Daftar Pustaka
1. Pratomo H, Aspek Perilaku Seksual pada kaum Homoseks, Medika No. 3 tahun 16, Maret 1990:227-231.
2. Direktorat Pemberantasan Penyakit Menular Langsung, Depkes RI. Laporan Bulanan HIV/AIDS sampai dengan Akhir November 2000.
3. AIDS: Sebuah Kenyataan dan Harapan, Asy-Syifaa, 4 Agustus 1995.
4. Harry P, Pencegahan HIV/AIDS: No Sex atau Sefa sex, kabar Edisi 62, 1995.
5. Djoerban Z, Penatalaksanaan Penderita HIV/AIDS, Media Aesculapius, September – Oktober 1995.
6. AIDS! Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula, Media Aesculapius, September 1995.
7. Samsurijal, Perjalanan Penyakit dan Diagnosis Infeksi HIV dalam: Markum S, Daldiyono (ed) Perkembangan Mutakhir Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 1996: 171-176.
8. Aida L, Gambaran Klinis dan Laboratorium AIDS di Jakarta, dalam: Markum S, Daldiyono (ed) Perkembangan Mutakhir Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 1996: 177-193.
9. Djoerban Z, Perkembangan Mutakhir AIDS: Benarkah dapat Disembuhkan dalam: Markum S, Daldiyono (ed) Perkembangan Mutakhir Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 1996: 195-202.
10. R.Sardjito, HIV dalam Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Binarupa Aksara, 1993; 397-412.

 

 

 

 

 

 

HOME | PALPASI DONG.. | ANATOMI FK 03 | INHAL | SUNTIK | KAGAPER