INFO KESEHATAN

 

Shalat tahajud vs Penyakit infeksi dan kanker

Ancaman kesehatan di balik kegemukan

Bukan karena baca sambil tiduran

Berhentilah merokok untuk selamanya....

Pengaruh posisi sujud terhadap aliran darah di otak

Vaksin aids dalam sayur

Flu burung pada manusia

Wortel rebus lebih baik

Sayuran dan buah bisa cegah kepikunan

Minamata, penyakit saraf...

Gizi buruk engancam anak Indonesia

Mendengarkan bahasa tubuh

Awet muda dengan cara alamiah

Multivitamin tingkatkan risiko asma dan alergi

Botol plastik, sate, mie instant

Bersihkan kuping

 

 

VAKSIN AIDS DALAM SAYUR

  TIDAK mustahil bila suatu saat nanti vaksin AIDS bisa kita peroleh dari sayur-sayuran. Para peneliti dari Thomas Jefferson University, Philadelphia menemukan bahwa bayam yang dikemas bersama protein-protein penekan HIV mungkin merupakan langkah awal dalam penggunaan tumbuhan sebagai suatu media pembawa vaksin AIDS yang murah dan aman bagi siapapun yang membutuhkan.

Tak bisa dipungkiri bahwa mahalnya obat-obatan AIDS telah turut memberi pengaruh terhadap meningkatnya angka penderita penyakit mematikan ini. Diharapkan penelitian ini, bisa memberi manfaat, khususnya bagi negara-negara miskin di mana produksi dan pemberian vaksin AIDS hampir-hampir tidak ada.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Alexander Karasev memusatkan perhatian pada "tat" —sejenis protein yang membantu virus HIV bereproduksi dalam sel. Dan pada saat yang sama menekan aktivitas sistem imunitas manusia. Karena itulah "tat" merupakan suatu solusi ideal bagi pengembangan vaksin pencegah dan sebagai pengobatan bagi mereka yang telah terinfeksi HIV.

Dalam percobaan ini, tim penelitian Karasev menyuntikkan sebuah gen yang mengeluarkan protein HIV "tat" ke sebuah virus tanaman biasa. Ketika bayam itu mulai terinfeksi virus, maka tanaman tersebut mulai memproduksi "tat". Karasev mengungkapkan bahwa bayam tersebut sama sekali tidak dimodifikasi secara genetik.

Lalu kenapa mesti menggunakan tanaman untuk memproduksi dan mengantarkan vaksin AIDS? Ternyata pembuatan vaksin membutuhkan biaya yang amat mahal. Untuk itu, maka apapun yang bisa menurunkan biaya tersebut akan amat berguna. Dan vaksin yang tumbuh secara alami dalam tumbuh-tumbuhan ternyata jauh lebih murah dibanding yang diperoleh di laboratorium.

Namun di lain pihak, timbul masalah baru yang lebih penting yakni apakah vaksin yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan tersebut aman. Apapun yang diproduksi dalam komponen vaksin, baik itu dari kultur jaringan hewan maupun manusia, semuanya memiliki kemungkinan untuk terkontaminasi.

Namun vaksin yang diperoleh dari tumbuhan akan mengurangi risiko ini. Saat ini para peneliti tengah menguji apakah tumbuhan bayam ini bisa dikeringkan, dikemas dan diformulasikan dalam tablet khusus. net/ogi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HOME | PALPASI DONG.. | ANATOMI FK 03 | INHAL | SUNTIK | KAGAPER