Make your own free website on Tripod.com
 

INFO KESEHATAN

 

Shalat tahajud vs Penyakit infeksi dan kanker

Ancaman kesehatan di balik kegemukan

Bukan karena baca sambil tiduran

Berhentilah merokok untuk selamanya....

Pengaruh posisi sujud terhadap aliran darah di otak

Vaksin aids dalam sayur

Flu burung pada manusia

Wortel rebus lebih baik

Sayuran dan buah bisa cegah kepikunan

Minamata, penyakit saraf...

Gizi buruk Mengancam anak Indonesia

Mendengarkan bahasa tubuh

Awet muda dengan cara alamiah

Multivitamin tingkatkan risiko asma dan alergi

Botol plastik, sate, mie instant

Bersihkan kuping

 

 

MULTIVITAMIN TINGKATKAN RISIKO ASMA DAN ALERGI

 

CHICAGO – Produk multivitamin kian banyak beredar. Masing-masing mempromosikan keandalannya dalam mengatasi defisiensi. Namun studi terbaru justru mengungkap dampak negatifnya. Dalam laporan yang dirangkum Children’s National Medical Center di Washington, diketahui bahwa ada hubungan antara penggunaan multivitamin dengan risiko asma serta alergi makanan pada anak-anak, demikian seperti yang dilansir Reuters belum lama ini.
Studi ini melibatkan lebih dari 8.000 anak-anak mulai awal 1991 lalu.. Dilakukan demi mengetahui apa penyebab peningkatan kasus asma dan alergi dalam tahun-tahun belakangan ini. Hasilnya, ada kaitan erat antara konsumsi multivitamin pada anak usia belia dengan risiko penyakit asma serta alergi makanan. Ditemukan pula bahwa terjadi peningkatan risiko alergi makanan pada semua anak yang diberi multivitamin pada usia tiga tahun. Para peneliti menyatakan juga bahwa lebih dari setengah anak-anak di Amerika Serikat (AS) diberi konsumsi multivitamin yang mayoritas sudah ditambahkan ke dalam susu formula. Dari hasil tes terhadap hewan diketahui sejumlah vitamin bisa mengubah sel sehingga meningkatkan respons alergi ketika tubuh mereka dimasuki antigen tertentu.
Riset tersebut tidak bertujuan agar orangtua menghentikan kebiasaan memberi multivitamin pada anaknya. Lebih direkomendasikan agar para produsen suplemen vitamin serta multivitamin mengubah formulanya sehingga bisa mengurangi risiko alergi dan asma. Memang hasil studi ini belum bisa dikatakan sebagai hasil akhir. Membutuhkan studi lanjutan untuk mengetahui secara pasti apa kandungan dalam multivitamin yanng memicu peningkatan risiko kedua penyakit tadi. Ini sekedar untuk memperingatkan para orangtua agar tidak terlalu berlebihan memberi suplemen multivitamin pada anak-anak mereka. Sebab vitamin yang berasal dari makanan alami lebih baik, demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan di edisi terbaru Pediatrics, jurnal American Academy of Pediatrics.(mer)

Ditemukan, Mutasi Genetika Penyebab Kepikunan

WASHINGTON –Kabar baik bagi penderita Alzheimer alias penyakit kepikunan. Mutasi genetika yang menjadi penyebab mayoritas penyakit tersebut sudah diketemukan. Douglas Wallace dari Center for Molecular and Mitochondrial Medicine and Genetics,University of California mengetahui bahwa mutasi genetika itu ada di dalam sel yang selama ini dikenal dengan nama mitokondria.
Mutasi dalam mitokondria DNA ini didapati pada 65 persen pasien yang terlibat dalam studi. Temuan yang dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini diharap bisa membantu para pasien Alzheimer yang diderita oleh lebih dari empat juta warga Amerika Serikat (AS).
Sebagian besar DNA membawa kromosom. Tapi yang terpenting adalah yang berada dalam mitokondria karena struktur tersebut membantu pembentukan energi. Studi Wallace dan kawan-kawan melibatkan 23 penderita Alzheimer dan 40 orang yang meninggal dalam kondisi bebas dari kepikunan. Pada mereka diamati mutasi dalam mitokondria DNA-nya. Ditemukan beberapa variasi mutasi sebanyak 65 persen pada otak penderita Alzheimer namun tidak satu pun terjadi pada otak mereka yang tidak menderita Alzheimer. Mutasi ini belakangan diketahui berhubungan dengan pengurungan jumlah total mitokondria DNA. (mer)

 

 

 

 

 

HOME | PALPASI DONG.. | ANATOMI FK 03 | INHAL | SUNTIK | KAGAPER